Eksperimen Korea Riset

Basic Income Khusus Anak Muda Diluncurkan di Gyeonggi, Korea Selatan

sumber foto: https://basicincomekorea.org

Salah satu provinsi di Korea Selatan, Gyeonggi, akan menggelar Basic Income Exhibition pada tanggal 29 hingga 30 April 2019.  Dalam acara ini, rencananya akan diluncurkan sebuah program bertajuk Youth Basic Income, yaitu sebuah program yang akan memberikan uang sebesar 1 juta Korean Won ($US900) per tahun dalam bentuk mata uang lokal kepada setiap penduduknya yang berusia 24 tahun. Program dan eksperimen Youth Basic Income ini  rencananya akan melibatkan hampir 170 ribu partisipan.

Program ini merupakan kelanjutan dari ide dan eksperimen Youth Dividend yang digagas oleh Lee Jaemyung, mantan Walikota Seongnam. Sang walikota itu kini telah terpilih sebagai Gubernur di Gyeonggi dan berencana untuk melanjutkan serta memperluas eskperimen Basic Income yang dianggap sukses tersebut. Tentu hal ini menjadi sebuah kemajuan tersendiri bagi perkembangan Basic Income di Korea. Meskipun belum benar-benar mengadopsi prinsip “universal” dari Basic Income, namun beberapa prinsip lainnya seperti pemberian cuma-cuma (unconditional) nampaknya dipercaya bisa menjadi solusi sekaligus pendorong perekonomian di wilayah tersebut.

Lee Jae-Myung, Gubernur Gyeonggi

Dalam rangkaian acara yang akan digelar nanti, panitia juga mengundang para pakar Basic Income dunia untuk turut berbicara dalam forum seminar dan konferensi, antara lain Annie Miller (co-founder of BIEN and the chair of UK Citizens’ Basic Income Trust),  Kang Namhoon (the chair of Basic Income Korea Network (BIKN)Almaz Zelleke (NYU Shanghai), Tomohiro Inoue (Komazawa University, Japan), Sarath Davala (Vice-chair of BIEN, India), Sam Manning (Y Combinator, USA), serta pembicara lokal dan nasional lainnya dari Korea Selatan.

Selain bakal menjadi eksperimen Basic Income dengan jumlah penerima terbesar di dunia, program ini juga membuktikan bahwa dengan political will yang kuat, Basic Income sebenarnya bukanlah gagasan yang utopia.  Gagasan ini nampaknya dianggap sebagai bentuk kebijakan ekonomi baru yang relevan dengan berbagai permasalahan di Abad 21 ini. Namun demikian, salah satu kontroversi dan keterbatasan dalam program Youth Basic Income ini adalah metode pembayarannya dalam bentuk mata uang lokal, dimana ia hanya bisa dibelanjakan dalam satu kawasan provinsi Gyeonggi saja. Tentu ini akan menjadi bahan diskusi yang sangat menarik bagi para pegiat Universal Basic Income di seluruh dunia.

===

Informasi lebih lanjut tentang program ini: https://basicincomekorea.org

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »