Eksperimen

Tio Su-Ki Project: Percobaan Basic Income ala Milenial di Korea Selatan

Basic Income Youth Network in Korea. Source: http://basicincome.org

Siapa bilang generasi milenial atau yang sedang terkenal dengan sebutan “kids jaman now” hanya berisi anak-anak muda alay yang mabuk sosial media? Di Korea Selatan, tepatnya di kota Daejeon, ada sekelompok generasi milenial yang telah membuktikan bahwa mereka juga mampu berpikir kompleks dan bereksperimen untuk masa depan yang lebih baik. Sejak Oktober tahun 2016, anak-anak muda di kota terbesar kelima di Korea ini telah menginisiasi sebuah proyek bernama “Tio Su-Ki Project” atau sebuah proyek penerapan Basic Income bagi warga kota.

Tio Su-Ki Project ini mengumpulan donasi dari 200 relawan yang masing-masing dengan sukarela memberikan 6,470 Won Korea atau setara dengan 5.7 USD. Dari 200 relawan tersebut kemudian dipilih tiga orang dengan cara diundi atau lotere. Ketiga orang yang beruntung tersebut lalu mendapatkan uang tunai bulanan sebagai basic income sebesar 500.000 Won (444 USD) berturut-turut selama 6 bulan. Uang tersebut berasal dari hasil kolektif yang dikumpulkan 200 relawan tadi. Sangat mirip seperti tradisi arisan yang biasa dijalankan di Indonesia. Selama proses eksperimen berlangsung, ketiga orang penerima Basic Income itu dipantau, diwawancara dan dievaluasi hingga ditemukan kesimpulan apakah dengan menerima Basic Income semacam itu memberikan dampak positif atau negatif bagi individu maupun keluarga mereka?

Sebagai sebuah eksperimen yang melibatkan kehidupan nyata, proyek Tio Su-Ki ini patut diapresiasi dan diacungi jempol. Pasalnya, setelah berjalan satu tahun, hasil evaluasi terhadap tiga penerima Basic Income ternyata benar-benar memberikan dampak positif yang besar bagi mereka. Dari laporan yang dirilis, ketiga partisipan menghabiskan uangnya lebih banyak untuk aktivitas kultural serta merasa mampu meningkatkan kualitas waktu dan kehidupan mereka menjadi lebih baik dari sebelumnya. Kesuksesan proyek pertama ini akan disusul proyek-proyek serupa lainnya di kota-kota lain, seperti proyek “The Hankyoreh 21” yang melibatkan 1.120 partisipan dan “Comma Project” di Provinsi Joenbuk yang melibatkan 680 relawan. Sebuah eksperimen kekinian yang menarik dan sangat memungkinkan untuk direplikasi di tempat-tempat lain. Tertarik mencoba, Kids?

*laporan ringkas proyek Tio Su-Ki dapat diunduh disini

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »