Alaska Eksperimen Riset

Studi Alaska: Apakah Basic Income Menurunkan Minat Orang Untuk Bekerja?

photos: BIEN

Banyak kritikus BIG yang mengatakan bahwa orang akan berhenti bekerja begitu mereka mendapatkan “upah cuma-cuma” ini. Namun demikian, sebuah penelitian terbaru terhadap dampak ekonomi Alaska Permanent Fund Divident menunjukkan fakta sebaliknya. Pemberian Jaminan Pendapatan Dasar/Basic Income Guarantee (BIG) ini ternyata tidak mendorong orang untuk berhenti dari pekerjaan mereka. Sebaliknya, mereka justru mampu meningkatkan kuantitas pekerjaan paruh waktunya. Ini menunjukkan bahwa BIG tidak lantas mendorong orang menjadi malas lalu meninggalkan pekerjaannya.

Hasil studi dari University of Chicago Harris School of Public Policy tersebut menunjukkan bahwa orang-orang yang menerima BIG kemungkinan akan mempertahankan pekerjaan mereka dan malahan mampu mengerjakan lebih banyak pekerjaan paruh waktu. Para periset menemukan bahwa tidak hanya pekerjaan stabil, namun jumlah orang yang bekerja paruh waktu justru meningkat sebesar 17 persen. Studi tersebut menguji dampak Alaska Permanent Fund, yaitu penerapan basic income yang bersumber dari bagi hasil keuntungan industri minyak kepada warga Alaska. Program senilai $ 61 miliar ini telah berjalan lebih dari 35 tahun. Saat ini, pembayaran tunai tahunan yang diberikan kepada penduduk Alaska mencapai rata-rata sekitar $ 2.000 per orang.

Seiring perkembangan otomatisasi yang kemungkinan akan mendorong lebih banyak pengangguran, para politisi dan periset dari berbagai negara sedang menjajaki kemungkinan penerapan BIG ini. Memang tidak semua setuju bahwa BIG adalah konsep atau solusi perbaikan yang tepat untuk masalah pengangguran di masa depan ini. Program Alaska ini pun masih belum menjadi contoh sempurna bagi penerapan BIG. Sebab, pembayaran sejumlah $ 2.000 (sekitar 26 juta rupiah) per tahun ini masih dianggap tidak mencukupi sebagai pengganti pendapatan utama. Oleh karena itu, wajar saja jika insentif ini masih terlalu “kecil” sehingga tidak mengubah struktur pekerjaan yang ada. Jika jumlah insentif lebih besar beberapa kali lipat dari itu, barangkali respon individu akan berbeda. Untuk itulah diperlukan lebih banyak riset dengan berbagai variasi jumlah pembayaran BIG beserta lokasi eksperimen untuk mendapatkan gambaran yang lebih baik terhadap hubungan antara BIG dengan pilihan pekerjaan dan angkatan kerja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »