Laporan Akhir Percobaan Basic Income Finlandia

Eksperimen Basic Income atau Jaminan Penghasilan Dasar telah dijalankan di Finlandia selama dua tahun (2017-2018). Dalam percobaan tersebut, 2.000 orang pengangguran yang dipilih secara acak berusia antara 25 dan 58 tahun menerima pembayaran bulanan €560, tanpa syarat dan tanpa tes. Untuk mengevaluasi efek dari program tersebut, sebanyak 2.000 orang kelompok penerima program dibandingkan terhadap kelompok kontrol yang terdiri dari 173.000 orang yang tidak menerima pembayaran Basic Income. Eksperimen ini diluncurkan untuk lebih memahami bagaimana dampak jaminan penghasilan dasar terhadap status pekerjaan dan kesejahteraan para peserta.

Dalam laporan akhir yang terbit tanggal 6 Mei 2020[1] tersebut, tim peneliti mempelajari dampak Basic Income dari berbagai perspektif dengan beragam sumber data. Pertama, efek ketenagakerjaan dari pendapatan dasar dievaluasi dalam berbagai analisis statistik. Kedua, dampak percobaan pada kesejahteraan subjektif dianalisis dari hasil data survei yang dikumpulkan menjelang akhir percobaan. Ketiga, studi kualitatif berdasarkan hasil wawancara mendalam dengan penerima program juga digunakan untuk menjelaskan detail kehidupan mereka sehari-hari setelah menerima Basic Income. Keempat, liputan media tentang eksperimen ini dan beragam opini populer tentang pendapatan dasar juga dianalisis menjadi dua studi tambahan lainnya. Evaluasi eksperimen pendapatan dasar di Finlandia ini dilakukan oleh Kela bersama dengan VATT Institute for Economic Research, University of Turku, University of Helsinki, Labour Institute for Economic Research, the Finnish Association for Mental Health dan think tank Tänk.

Jumlah Rata-Rata Hari Kerja Meningkat

Meskipun pada laporan awal menunjukkan tidak ada pengaruh ketenagakerjaan yang signifikan selama tahun pertama percobaan, pada periode pengamatan keseluruhan (November 2017 hingga Oktober 2018), terlihat dampaknya berupa peningkatan hari kerja dengan rata-rata sekitar enam (6) hari lebih banyak pada kelompok penerima Basic Income dibanding dengan kelompok kontrol (mereka yang tidak menerima Basic Income). Pada tahun 2018, terjadi amandemen UU tentang tunjangan pengangguran di Finlandia. Tim peneliti menyimpulkan bahwa efek positif terhadap ketenagakerjaan di tahun kedua ini adalah efek gabungan dari Basic Income dan amandemen UU tunjangan pengangguran tersebut.

Kesejahteraan Subjektif Meningkat

Gambaran tentang kesejahteraan subyektif diperoleh dari hasil survei yang mencakup pertanyaan tentang kesejahteraan sosial, kondisi finansial, status kesehatan (subjektif), aktivitas pencarian kerja, dan sikap umum responden terhadap Basic Income. Survei ditargetkan pada 2.000 orang penerima Basic Income dan 5.000 orang dari kelompok kontrol. Tingkat responnya (response rate) 31% pada kelompok penerima dan 20% pada kelompok kontrol.

Secara umum, kelompok penerima Basic Income menilai kesejahteraan mereka lebih positif daripada responden dalam kelompok kontrol. Penerima Basic Income mengalami lebih sedikit stres dan gejala depresi dibanding kelompok kontrol. Selain itu, kesejahteraan finansial penerima Basic Income juga dilaporkan lebih baik. Mereka mengaku lebih mampu membayar tagihan mereka tepat waktu.

Tingkat kepercayaan diri penerima Basic Income juga lebih tinggi. Tingkat kepercayaan mereka terhadap orang lain dan lembaga sosial juga lebih tinggi dibandingkan dengan responden kelompok kontrol. Selain itu, mereka juga merasa lebih percaya diri terhadap kemungkinan masa depan mereka dan merasakan proses birokrasi yang lebih pendek selama menerima Basic Income.

Aspek Ekonomi dan Kisah Pribadi Lebih Menonjol Dalam Liputan Media

Eksperimen Finlandia ini menarik minat dan perhatian yang sangat besar di seluruh dunia. Banyak sekali liputan media pada eksperimen Finlandia ini, baik sebelum, selama maupun setelah percobaan. Analisis media menunjukkan bagaimana media internasional membingkai eksperimen ini dan bingkai mana yang paling menonjol? Data terdiri dari artikel yang diterbitkan di media-media Nasional (Finlandia) dan Internasional. Lima bingkai yang berbeda berhasil diidentifikasi: bingkai ekonomi, bingkai masa depan, bingkai konflik, kerangka personal (human-interest), dan kerangka politik. Kerangka yang paling menonjol dalam data adalah kerangka ekonomi. Kisah-kisah personal para penerima Basic Income juga cukup dominan mewarnai keseluruhan liputan media tentang eksperimen Finlandia ini.

Dukungan Publik Terhadap Basic Income

Sikap publik terhadap Basic Income ini diukur melalui survei populasi. Hasilnya, 46% responden setuju atau agak setuju bahwa Basic Income harus diperkenalkan sebagai bagian permanen dari sistem jaminan sosial Finlandia. Kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidup dan ketidakamanan di pasar tenaga kerja memiliki hubungan yang kuat dengan besarnya dukungan terhadap Basic Income ini. Lebih rinci, responden pendukung partai-partai politik yang mempromosikan Basic Income memang cenderung memandang bahwa kesulitan finansial dan rasa tidak aman (uncertainty) terhadap pasar tenaga kerja ini lebih tinggi dibandingkan dengan pendapat responden pendukung partai lain yang kurang setuju terhadap Basic Income.


[1] http://julkaisut.valtioneuvosto.fi/handle/10024/162219

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »