Berita Tokoh

Ketika Robot Mengancam Karir Pegawai Bank di Seluruh Dunia

John Cryan, CEO Deutsche Bank. Sumber foto PA Images

Anda bekerja sebagai pegawai Bank? Yakin bahwa karir dan pekerjaan Anda akan tetap mapan di tahun-tahun mendatang? Simak pernyataan terbaru dari John Cryan, CEO Deutsche Bank, berikut ini dan bersiap-siaplah untuk memakai sabuk pengaman.

Menurut John Cryan, dalam waktu yang tidak terlalu lama, perkembangan teknologi terkini akan menghasilkan PHK yang signifikan di perusahaannya, dan mungkin menyusul di Bank-Bank Lain.

CEO Deutsche Bank yang mempekerjakan pegawai berjumlah 97.000 orang itu mengatakan dalam sebuah wawancara pada Financial Times, bahwa kemungkinan Ia dan perusahaannya hanya akan membutuhkan setengah dari jumlah pegawai tersebut!

“[saat ini] Kami terlalu manual, hal ini bisa membuat Kami rawan kesalahan dan itu membuat Kami tidak efisien,” katanya. “Ada banyak potensi penerapan mekanisasi dan mesin cerdas yang bisa kita lakukan.”

Pada akhir tahun 2015 yang lalu, Deutsche Bank mengumumkan rencana mereka untuk menghapus 9.000 karyawan sebagai bagian dari rencana restrukturisasi lima tahun. Sejauh ini, 4.000 pekerjaan telah dipangkas. Cryan menggarisbawahi bahwa penerapan teknologi adalah penyebab Deutsche Bank harus melakukan PHK ini.

Cryan menegaskan bahwa banyak akuntan di Deutsche Bank dapat digantikan oleh teknologi sederhana. “Mereka menghabiskan banyak waktu hanya untuk menjadi semacam sempoa,” ujarnya.

Cryan merupakan milyader terbaru setelah Elon Musk, Bill Gates, dan Mark Zuckerberg yang sebelumnya telah menunjukkan persetujuannya akan pemanfaatan AI secara lebih luas. Mereka juga mengajak orang untuk tidak panik dan mempromosikan bahwa robot justru akan membuat orang bekerja tidak terlalu banyak. Jack Ma memprediski 30 tahun mendatang jam kerja manusia hanya 4 jam per hari.

Sebagai “kompensasi”, mereka juga mendorong negara-negara untuk mulai menerapkan Basic Income Guarantee (BIG) sebagai jaminan social penyelamat ekonomi masa depan. Banyak kritik atas usulan ini, bahkan beberapa pengkritik justru meminta perusahaan-perusahaan pencipta teknologi itulah yang seharusnya memberikan kompensasi tersebut, bukan negara atau pajak rakyat.

Ketika Deutsche Bank tidak lagi membutuhkan banyak orang, bukan tidak mungkin trend ini akan terus meluas ke Bank-Bank lain di seluruh dunia. Seperti kita tahu, jumlah kunjungan orang ke Bank juga semakin lama semakin berkurang akibat dari penggunaan layanan online, internet banking, transfer online, dan lain sebagainya. “Kita harus menemukan cara baru untuk mempekerjakan orang dan mungkin orang perlu mencari cara baru untuk menghabiskan waktu mereka. Kita tidak lagi membutuhkan banyak orang.” Pungkas Cryan meyakinkan.

Sumber wawancara disini: financial times

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »