Berita Eksperimen Riset

“Basic Income Khusus Mahasiswa” Sedang Dikaji Pemerintah Skotlandia

University of Glasgow, salah satu perguruan tinggi terbaik di Skotlandia.

Skotlandia mungkin akan menjadi negara pertama yang mendorong penerapan basic income khusus untuk mahasiswa perguruan tinggi di negara tersebut. Sebuah kajian independen yang dipimpin oleh Jayne-Anne Gadhia, chief executive officer Virgin Money, mengatakan bahwa setiap mahasiswa yang kuliah disana harus mendapatkan setidaknya 8.100 poundsterling sebagai basic income mereka. Skema basic income itu dapat berupa beasiswa maupun pinjaman, tergantung dari kondisi individu. Namun demikian, pemerintah Skotlandia masih memerlukan anggaran tambahan sebesar 16 juta pound lagi untuk memenuhi rekomendasi tersebut. Pemerintah Skotlandia rupanya hendak mendorong agar pendidikan tinggi dapat menjadi “hak dasar” bagi setiap siswa di negara tersebut.

NUS Scotland president, Luke Humberstone, mengatakan bahwa:

“It’s absolutely right that the Scottish Government have maintained their commitment to free tuition – but now we need to address the support available to students while they study”

(sudah tepat bahwa pemerintah Skotlandia menjalankan komitmennya untuk membebaskan biaya kuliah, tetapi saat ini kita sedang mengupayakan agar dukungan (finansial) untuk mahasiswa selama mereka kuliah juga tersedia)

Hal senada juga disampaikan oleh Sekretaris Jenderal the Educational Institute of Scotland (EIS), Larry Flanagan:

“The EIS believes that equal access to education should be a right for all, and that the ability to access further or higher education must always be based on the ability and willingness to learn and not on the capacity to pay.”

(EIS percaya bahwa akses pendidikan yang setara harus menjadi hak semua orang, dan bahwa kemampuan untuk mengakses pendidikan lebih lanjut/tinggi haruslah selalu didasarkan pada kemampuan dan kemauan untuk belajar dan bukan pada kemampuan untuk membayar)

Tentu saja tekad ini menjadi cita-cita yang sangat mulia, dimana pemerintah suatu negara mengupayakan terbentuknya sistem pendidikan tinggi yang lebih baik dan dapat diakses oleh setiap warga negara. Skotlandia sudah beberapa langkah dari negara-negara maju lainnya, apalagi dibandingkan dengan negara berkembang yang masih berjibaku dengan pemerataan kualitas pendidikan dasar dan menengahnya. Pendidikan tinggi di banyak negara memang masih menjadi hal yang teramat mewah untuk dapat dinikmati oleh mereka yang berasal dari keluarga miskin. Dalam konteks ini, gagasan basic income menunjukkan manfaat lainnya dalam hal menjamin kesetaraan hak dan akses terhadap pendidikan tinggi.

Kapan ya pendidikan tinggi di Indonesia juga bisa gratis?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »