Lebanon Refugees Syiria

Bantuan Langsung Tunai Efektif Meningkatkan Kualitas Hidup Pengungsi: Pelajaran Dari Lebanon

The Lebanon One Unified Inter-Organizational System for E-cards (LOUISE), sebuah kartu bantuan dengan data keluarga tunggal dan sistem yang terintegrasi untuk membantu keluarga rentan di Lebanon. Sumber: UNHCR**

Untuk membantu para pengungsi Syiria di Lebanon, UNHCR dan lembaga bantuan internasional lainnya telah menjalankan program berupa Unconditional Cash Transfer (UCT) kepada para pengungsi Syiria tersebut. UCT artinya bantuan  dalam bentuk uang tunai yang ditransfer langsung ke rekening penerima tanpa syarat atau birokrasi yang berbelit-belit. Program ini dijalankan pada tahun 2013-2015. Pada tahun pertama, program ini mentransfer sekitar $ 115 per bulan kepada 87.700 keluarga pengungsi Syiria di Lebanon. Tahun berikutnya, program ini mengucurkan sekitar $80 per bulan kepada 46.898 keluarga, $100 per bulan kepada 8.554 keluarga, dan $175 per bulan kepada 7.612 keluarga.

Program bantuan langsung tunai ini kemudian dievaluasi dampaknya oleh tim peneliti dari American University of Beirut (AUB ) Policy Institute, sebuah lembaga penelitian independen yang banyak bekerja di wilayah Arab. Dampak program diukur baik secara jangka pendek maupun menengah. Hasilnya, secara keseluruhan program pemberian uang tunai secara langsung ini telah berhasil meningkatkan kualitas hidup keluarga pengungsi Syiria di Lebanon. Bahkan, mayoritas pengungsi lebih menyukai program bantuan dalam bentuk transfer tunai dibandingkan dengan bentuk program lainnya. Alasannya, uang tunai semacam ini telah memberikan kebebasan kepada mereka untuk membuat pilihan dan mengatur keuangannya sendiri. Bantuan langsung tunai juga tidak menimbulkan konflik di tengah komunitas lokal, justru sebaliknya mampu mempererat hubungan antara pengungsi dan penduduk asli.

Seperti yang tertulis dalam laporan AUB Policy Institute*, temuan utama dari evaluasi pelaksanaan program ini setidaknya ada empat. Pertama, bantuan langsung tunai mampu memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi dalam jangka pendek. Sebagian besar pengungsi menggunakan bantuan uang tunai tersebut untuk membeli kebutuhan dasar, termasuk untuk kebutuhan alat pemanas, shelter, air, dan makanan. Tidak ada indikasi bahwa mereka menggunakan bantuan tunai ini untuk rokok, minuman keras, dan vice goods lainnya.

Kedua, keluarga penerima bantuan langsung tunai terbukti menggunakan uang tersebut untuk hal-hal positif. Termasuk, setengah dari penerima menggunakannya untuk mengirim anaknya ke sekolah atau bekerja. Mereka juga mampu meningkatkan ketahanan pangan dengan mampu membeli makanan yang cukup setiap bulannya untuk seluruh anggota keluarga. Ketiga, bantuan langsung tunai ini menghasilkan dampak positif yang berlipat, baik di dalam keluarga maupun di luar keluarga penerima. Di dalam keluarga penerima, hasil penelitian menunjukkan berkurangnya kekerasan fisik maupun pertengkaran verbal di dalam rumah tangga.

Keempat, hadirnya program bantuan di Lebanon ini tidak menimbulkan “pull effect” alias migrasi penduduk dari Syiria ke Lebanon. Warga Syiria tidak berbondong-bondong pindah ke Lebanon hanya karena tergiur dengan program bantuan langsung tunai ini.

Dampak positif dari bantuan langsung tunai ini juga menunjukkan bahwa argumen yang mengatakan orang miskin tidak mampu mengelola keuangannya dengan baik adalah mitos belaka. Termasuk ketakutan akan terjadinya inflasi akibat program cash grants semacam ini juga tidak terbukti di Lebanon.

“The research shows that Lebanese markets are sufficiently well functioning to adjust to an influx of capital and local markets actually benefit from cash grants. Furthermore, the research suggests that providing poor Lebanese with cash assistance as part of Lebanon’s National Poverty Targeting Program (NPTP) can be an effective means of poverty relief and may further improve community relations between refugee and host communities.” (Masterson, 2016).

***

*Laporan dari AUB Policy Institute dapat diunduh di sini

**Info lainnya dari UNHCR terkait cash transfer program dapat dibaca di sini

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »