Amerika Serikat Eksperimen Stockton

Percobaan Basic Income Stockton Diperpanjang

Sumber foto: SEED

Menurut jadwal, percobaan Basic Income di kota Stockton, California, seharusnya segera berakhir dalam waktu dekat. Namun akibat dari pandemi COVID-19 yang melanda dunia, percobaan tersebut diperpanjang hingga Januari 2021.

Bagi 125 warga kota Stockton penerima Basic Income hal ini tentu menjadi kabar gembira. Mereka masih akan menerima 500 USD per bulan sampai awal tahun depan. Percobaan Basic Income di Stockton ini telah dimulai sejak akhir tahun 2018 lalu (hampir 18 bulan). Proyek ini telah memilih secara acak penduduk miskin di kota ini untuk berpartisipasi dalam program bernama Stockton Economic Empowerment Demonstration (SEED)

Program ini dirancang untuk mengukur efek dari pendapatan dasar universal (UBI) dan didanai oleh Economic Security Project, sebuah organisasi nirlaba yang mendukung eksperimen Basic Income.

Hasil sementara penelitian dalam program ini menunjukkan bahwa Basic Income dapat membantu menyelesaikan keadaan darurat sehari-hari. Penerima melaporkan pengeluaran uang yang diterimanya itu dibelanjakan untuk beragam keperluan, seperti bahan makanan, tagihan listrik, hutang kartu kredit, perawatan gigi dan kebutuhan anak-anak mereka. Penerima juga merasa kecemasannya berkurang dan mampu menghabiskan lebih banyak waktu dengan keluarga mereka.

Dalam pidatonya pada tanggal 28 Mei yang lalu, Walikota Stockton, Michael Tubbs, mengumumkan bahwa proyek percobaan ini akan diperpanjang hingga Januari 2021.

Perpanjangan enam bulan ini dapat dilakukan berkat sumbangan besar dari Carol Tonan. Ia pun mengatakan bahwa baik sebelum dan selama pandemi ini, terlihat semakin jelas bahwa UBI harus menjadi prioritas nasional di Amerika Serikat.

Stockton, sebuah kota dengan 315.000 penduduk di Central Valley California, sedang berjuang untuk pulih dari resesi. Saat ini, tingkat pengangguran AS diperkirakan akan naik hingga 20%. Kondisi ini tentu akan memperburuk situasi mereka yang sudah berada dalam lingkaran kemiskinan, bahkan sebelum pandemi datang.

Tentu saja lima ratus dolar tidaklah cukup untuk menebus pekerjaan yang hilang, juga tidak cukup untuk memenuhi semua kebutuhan individu per bulan. Namun, meski jumlahnya sedikit, ia dapat memberikan rasa aman dan stabilitas.

Seperti diungkapkan Virginia Median kepada City Lab, “SEED telah memberi saya ketenangan pikiran. Aku tidak butuh banyak sejak pandemi. Untuk saat ini, saya fokus pada penghematan setiap bulan sehingga uang saya tidak nol nanti ketika krisis ini selesai. “

Lorrine Paradela, seorang single parent yang bekerja dengan anak-anak autis, mengatakan kepada CityLab pada bulan Oktober bahwa dia tidur lebih nyenyak lagi setelah menerima dana SEED. Dia menggunakan uang ekstra untuk membantu membeli mobil baru ketika mobil lamanya rusak.

Seperti banyak yang lain, anggaran belanja Paradela berubah akibat pandemi. Ia harus mengeluarkan lebih banyak uang untuk makanan dan kebutuhan rumah tangga selama tinggal di rumah. Data menunjukkan bahwa sejak pandemi melanda, belanja pangan oleh penerima SEED meningkat hampir 25% dari rata-rata bulanan. Pada bulan Maret, itu menyumbang 46,5% dari pengeluaran. Sementara itu, pengeluaran untuk pakaian dan non-pangan lainnya turun hingga 20%.

Kritik terhadap program jaminan pendapatan dasar seperti ini adalah ketakutan bahwa pemberian uang tunai cuma-cuma akan membuat orang enggan untuk bekerja. Bahkan, dividen sosial dikhawatirkan akan digunakan oleh dunia industri sebagai alasan untuk mengotomatisasi pekerjaan yang dulu dipegang oleh buruh.

Alasan ini tentu sah-sah saja, namun banyak juga orang yang akhirnya tersadar betapa rentan kehidupan ekonomi mereka selama pandemi ini melanda. Pengangguran dan ketidakpastian masa depan adalah masalah yang paling nyata. Jalan keluar terbaik tentu dengan memberikan jaring pengaman bagi semua orang agar tidak jatuh ke dalam kesulitan yang lebih berat.

Pemerintah Federal Ameria Serikat sendiri telah membagikan stimulus tunai langsung kepada warganya untuk bertahan dari Pandemi. Namun demikian, para pendukung percobaan Basic Income yakin bahwa pemberian secara berkala tetap jauh lebih bermanfaat – meskipun jumlahnya kecil – dibanding dengan pemberian yang hanya satu kali.

***

Sumber:

City Lab, Market Insider, SEED, IndoBIG Network

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate ยป